KEINDAHAN GEREJA KATEDRAL JAKARTA

Gereja Katerdal adalah gereja yang digunakan beribadat oleh umat Kristiani. Mungkin banyak yang setuju dengan saya bahwa arsitektur kebanyakan gereja katerdal sangat indah, mungkin karena sebagian besar gereja katerdal yang ada di Indonesia adalah peninggalan zaman penjajahan yang akhirnya memberikan arsitektur Eropa yang sudah terkenal keindahannya.  Banyak sekali gereja katerdal peninggalan zaman penjajahan yang ada di Indonesia, jumlah pastinya saya kurang tahu tapi saya yakin di tiap provinsi pasti ada gereja katerdal. Namun dalam postingan kali ini saya akam fokus membahas tentang gereja katerdal jakarta.

Di jakarta sendiri ada gereja katerdal yang letaknya berhadap-hadapan dengan masjid Istiqlal, hal ini jelas memperlihatkan toleransi beragama yang tinggi di Indonesia. Gereja Katerdal Jakarta yang mempunyai nama resmi “Santa Maria Diangkat Ke Surga” diresmikan pada tahun 1901. Walaupun sudah berumur 1 abad lebih tapi gereja ini masih berdiri kokoh dengan caniknya.

Gereja ini dibangun dengan mengikuti aliran elektis dalam arsitektur atau yang lebih dikenal dengan neo-ghotic dari Eropa, karena arsitektur seperti ini merupakan tiruan dari gaya ghotic. Neo-ghotic sangat lazim digunakan untuk membangun gereja beberapa abad yang lalu. Katedral yang kita kenal sekarang sesungguhnya bukanlah gedung gereja yang asli di tempat itu, karena Katedral yang asli diresmikan pada Februari 1810, namun pada 27 Juli 1826 gedung gereja  terbakar bersama 180 rumah penduduk di sekitarnya. Lalu pada tanggal 31 Mei 1890 gereja itu pun sempat roboh.

Gereja yang sekarang ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Provicaris Carolus Wenneker. Kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta.

Langit-langit pada gereja katerdal ini menggunakan kayu jati yang dibentuk seoah-olah ghotic, sedangkan untuk menaranya tidak dibuat dari batu alam tapi dari bahan yang lebih modern yaitu baja dengan hiasan seolah-olah pahatan batu alam.

Katedral berukuran cukup besar, berkapasitas waktu itu 900 orang dengan bangku-bangku yang cukup kokoh, ketinggian ruang yang sangat mengagumkan dan merupakan salah satu simbol gereja Kristen-Katolik.
Gereja Katedral merupakan jenis gereja salib yaitu ruangannya yang berbentuk salib. Ruang altar menempati bagian atas batang salibnya. Arah bangunan dari segi panjang diletakkan pada sumbu timur-barat untuk mengurangi terik matahari secara langsung.

Sistem pembangunan gereja ini mengacu pada arsitektur Barat, hal ini bias dilihat dari teritis atap yang kecil, jendela yang lebar dan tinggi, hiasan kaca patri yang indah sehingga suasana khas Eropa sangat terasa dalam gereja ini. Pada bagian barat gereja terdapat jendela Rosetta yang dibuat dari kaca patri yang indah. Hiasan dinding berupa lukisan keramik karya Th Molkeboer yang dikerjakan di Belanda dan ditambahkan pada tahun 1911 dan gayanya sudah mendekati gaya Jugendstil/Amsterdamsche School yang lebih modern.

Sebenarnya konstruksi Katedral terdiri dari dinding batu bata tebal yang kemudian diplester dan diberi pola seperti susunan batu alam. Kuda-kuda kayu jati terbentang lebar, dikerjakan tukang-tukang Kwongfu.  Gereja ini sempat dicat dengan warna putih dan setelah melalui beberapa kali pemugaran akhirnya dicat warna semen sehingga lebih terkesan alami.

Gereja Katerdal  ini dilindungi hukum, dan  merupakan cagar budaya dan penanda penting dalam tatanan Kota Jakarta. Tidaklah heran gedung Gereja Katedral ini memiliki karismanya tersendiri, dan merupakan simbol yang tidak dapat dipisahkan dari kerukunan antar-agama.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: