Kuno, cantik dan pemugaran,…….. Petra,

Sejak dia pertama sekali memandang Petra sebagai ilmuwan muda, profesor ilmu kimia yang bersuara lembut dari Jordan’S Hashemite Universitas telah mempersembahkan 26 tahun dari usianya 61 tahun untuk melestarikan kota ini. Kala itu dia kagum akan kecemerlangan monumen yang terukir di batu karang, tetapi ia juga mencatat kerusakan tergerus oleh masa.
“Saya takjub oleh keindahan situs, geologi dan arsitekturnya. Tapi saya juga melihat banyak tanda-tanda kemunduran. Saya merasa sesuatu yang harus dilakukan tentang itu, “ia menjelaskan. “Ini adalah tempat hidup dengan sejarah – termasuk sejarah keluarga saya sendiri, berasal dari Petra.
Saya tidak bisa melihat keindahan seperti itu tanpa berkata: “Mungkin saya dapat membantu. Mungkin tidak banyak, tetapi mungkin sedikit, saya bisa membantu.’ “Dengan tenang tetapi gigih, sifat sangat teliti, ilmiah dan kepemimpinan, Akasheh telah membantu mengumpulkan pengetahuan tentang sistem yang dapat membantu melindungi Petra, atau paling tidak menunda-nya dari kemusnahan selama mungkin.

Kota Petra didirikan 2.500 tahun yang lalu di dalam suatu lembah berbentuk mangkuk raksasa yang berongga membentk suatu benteng alami yang sempurna untuk suatu suku Nabataeans dipadang pasir, yang hidup sebagai kafilah pada jalur perdagangan yang melintasi daerah kawasan ini. Pada waktunya mereka berkembang dengan mantap, kaya dan lebih berbudaya, ukiran pusara yang agungan, teater dan kuil rapi dibuat dari karang dalam lokasi yang tersembunyi itu.
Mereka membangun sebuah sistem tanggul yang canggih, cadangan air, pipa dan saluran untuk menjaga kemungkinan banjir mendadak. Kemudian, Roma memasuki kota ini. Pada puncaknya mungkin bermukim 25.000 warga dikota tersembunyi ini. Dalam literatur Dead Sea Scrolls dinamakan Rekem, mempunyai pengaruh budaya dan politik bagi daerah sekitarnya, tetapi sejak abad ke-3, karena bencana alam dan pergolakan politik berangsur-angsur kehilangan pamornya sampai akhirnya dilupakan.

Pada tahun 1812, dengan berbekal sedikit kabar angin, penjelajah Swiss Johann Ludwig Burckhardt menemukan kembali Petra dan memproklamirkannya sebagai “lost city’ di padang pasir kepada publik di Eropa. Penyair Inggris John Burgon dengan baik sekali menyatakannya sebagai “a rose-red city, half as old as time”. Dapat dijumpai melalui celah karang yang berliku-liku dan gelap disebut Siq, akan ditemukan situs terbuka yang menampilkan lebih dari 500 makam dan sebanyak 3.000 fitur, melebihi The Treasury – sebuah makam kerajaan yg besar dan indah – menara megah. Para pengunjungnya, khususnya di dekade belakangan ini, mencapai puluhan ribu untuk melihat keajaiban ini, penting bagi Yordania sebagai sumber pendapatan negara – tetapi juga menjadi ancaman baru bagi kota kuno ini. Didaftarkan pada UNESCO World Heritage List pada tahun 1985, oleh World Monuments Fund, termasuk diantara 100 situs paling terancam punah didunia, telah empat kali didaftarkan dalam 12 tahun terakhir ini.
Dari kunjungannya yang dilokasi ini, Talal Akasheh tidaklah hanya terpesona oleh kecantikannya – sebagai ilmuwan, ia bersiap-siap memahami kimiawi dari kerusakan karena iklim yang sedang membinasakan Petra dan melakukan berbagai percobaan untuk menghentikan kerusakan itu. Warna yang cerah dari kota, sesungguhnya adalah fakta dari refleksi proses kimia disebabkan oleh air di dalam batu karang itu sendiri. “Air adalah elemen yang paling penting. Air memasuki pori-pori dari batu karang, menguapkan dan memadatkan, menghancurkan mineral, menyimpannya dalam bentuk kristal yang kemudian tumbuh dalam retakan batu menjadi partikel halus. Ini adalah proses yang sangat kompleks dan aliran air yang meninggalkan bekas format warna yang indah warna pada permukaan. “
Hari ini Geographic Information System atau GIS, menyediakan manajerial arkeologi dengan pengetahuan penting yang mereka butuhkan untuk merencanakan, dan perawatan untuk memugar situs dan daerah sekitarnya. Para arkeolog dan arsitek menawarkan cara baru untuk menganalisis monumen dan arsitekturnya – lebih aman dengan pengunjungnya, dan lebih informatif.
Bagaimanapun, Petra masih menghadapi ancaman lebih lanjut. Akasheh telah menguji semuanya: lama, lambat, disintegrasi bahan kimia yang ditimbulkan oleh embun dan garam yang naik di udara dari Laut Mati, hujan lebat, perubahan kepada permukaan air di bawah tanah dan tiupan badai dari gurun. Ada abrasi konstan dari tangan dan kaki wisatawan dan pemandu, vandalisme dari perampok kuburan, gangguan perkotaan, pembangunan modern dan hilangnya vegetasi dari lansekap. “Saya memiliki motif tersembunyi untuk ingin melestarikan Petra,” kata Akasheh mengakui. , merujuk kepada pesona dengan situs. Setiap kali aku kembali kesana, aku menemukan hal-hal baru dan corak yang mengherankan. Dan turisme adalah bagian mata pencaharian Jordan. Tetapi itu harus direncanakan secara hati-hati. GIS adalah sebuah yayasan, suatu langkah pertama, dalam proses ini.”
Aqel Biltaji, mantan Menteri Pariwisata dan Antiquities Jordanian, mengatakan: “Pekerjaan Dr Akasheh adalah contoh sempurna penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pelayanan pembangunan pariwisata,…….. Yordania memposisikan sangat penting pada pengembangan pariwisata, juga sangat bergairah untuk memastikan perlindungan situs. Dr Akasheh kini bekerja,…….. bisa – karena dialah orang pertama yang paling efektif dalam uapaya upaya mencapai tujuan ini. “
Meski demikian, GIS hanya meliput sebagian dari situs ini – dan yang terpenting adalah – untuk tahap penyelesaiannya Talal Akasheh yang telah diberikan Rolex Award. Untuk masa lebih dari tiga tahun, diberikan pembiayaan untuk pemasukan sampai 1.000 fitur arkeologis yang lebih lanjut di dalam database, separuh di lokasi Petra dan sisanya – mungkin mencakup suatu area agrikultur rural-suburban dengan pembuatan tanggul dan water-management sistem – diluar. Studi mengingat kemungkinan air bah yang tiba-tiba dapat membinasakan lokasi, dengan maksud untuk mungkin memugar sistem drainage Nabateans yang berusia 2.000 tahun. Ground-Penetrating radar akan digunakan untuk meliput pusara yang tersembunyi dan misteri arkeologis lain. X-ray fluoroscopy dan teknik lanjutan lainnya akan digunakan untuk mempelajari pelapukan kimia dari monumen, untuk mengidentifikasi kepentingan paling mendesak yang perlu untuk konservasi. GIS telah menghasilkan peta wisatawanyang amat rinci, dan mungkin dapat membuat kunjungan virtual ke kota ini melalui internet. (full story: rolexawards).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: